Kansai-ben dan Bahasa Jepang Standar: Perbedaan yang Perlu Diketahui Saat Tinggal di Osaka
Beberapa pelajar bahasa Jepang mungkin berpikir bahwa semua orang Jepang berbicara dengan cara yang sama. Namun, ada berbagai dialek di Jepang. Khususnya di wilayah Kansai, termasuk Osaka, Kyoto, dan Kobe, 関西弁 (Kansai-ben), dialek Kansai, lebih umum terdengar.
Sebagai contoh, dalam bahasa Jepang standar, orang sering mengatakan “sō desu ne” ketika setuju dengan seseorang, sedangkan dalam dialek Kansai, ungkapan seperti “se yana” atau “sō yana” lebih umum digunakan. Karena perbedaan seperti ini, beberapa pelajar mungkin bertanya-tanya apakah mempelajari dialek Kansai diperlukan ketika tinggal di Osaka. Artikel ini menyajikan gambaran umum tentang dialek Kansai, bagaimana perbedaannya dengan bahasa Jepang standar, dan apakah mempelajari dialek Kansai itu perlu.
Pengantar Kansai-ben
Kansai-ben adalah dialek yang digunakan di wilayah Kansai. Ini adalah istilah umum yang digunakan untuk merujuk pada berbagai bentuk tuturan yang digunakan di berbagai daerah di Kansai, seperti Osaka, Kyoto, Hyogo, Nara, Shiga, dan Wakayama. Setiap prefektur memiliki aksennya sendiri, dengan perbedaan halus dalam nada dan gaya bicara.
Dialek Kansai-ben yang digunakan di Osaka dicirikan oleh ritme yang cerah dan hidup, sedangkan dialek Kyoto sering dianggap lebih lembut dan lebih halus. Dialek Kobe mirip dengan Osaka-ben dalam beberapa hal, tetapi berbeda dalam ekspresi dan intonasi.
Dengan kata lain, Kansai-ben bukanlah dialek tunggal yang seragam, melainkan istilah umum untuk berbagai dialek yang digunakan di seluruh wilayah Kansai.
関西(Wilayah Kansai)
Wilayah Kansai terletak di Jepang bagian barat. Secara umum, wilayah ini meliputi Osaka, Kyoto, Hyogo, Nara, Shiga, dan Wakayama. Dalam beberapa konteks, Prefektur Mie juga termasuk di dalamnya.
Kota utama di wilayah Kansai adalah Osaka, yang merupakan pusat perdagangan dan bisnis tempat banyak warga asing juga tinggal. Kyoto terkenal dengan situs bersejarah dan budaya tak benda tradisionalnya, sementara Kobe dikenal sebagai kota pelabuhan.
Seperti yang ditunjukkan di atas, setiap daerah di Kansai memiliki budaya dan suasana tersendiri. Akibatnya, dialek dan aksen juga bervariasi di seluruh wilayah tersebut.
Jenis-jenis Kansai-ben
Terdapat beberapa variasi representatif dari Kansai-ben, termasuk yang berikut ini.
大阪弁(Osaka-ben)
Osaka-ben terutama digunakan di Osaka. Karena sering terdengar dalam program komedi televisi, banyak orang mengaitkan Kansai-ben dengan Osaka-ben.
contoh:
Standar bahasa Jepang: “なにをしているの?(Nani o shite iru no?)”
Osaka-ben: “なにしてんの?(Nani shiten no?)” — “Apa yang kamu lakukan?”
Standar bahasa Jepang: “そうだね。(Sō da ne.)”
Osaka-ben: “せやな。(Se yana.)” / “そうやな。(Sō yana.)” — “Itu benar.” / “Saya setuju.”
京都弁(Kyoto-ben)
Kyoto-ben adalah dialek yang digunakan di Prefektur Kyoto. Dialek ini umumnya dianggap memiliki nada yang lembut dan lambat.
contoh:
Standar bahasa Jepang: “なにをしていますか。(Nani o shite imasu ka?)”
Kyoto-ben: “なにしてはりますか。(Nani shite harimasu ka?)” — “Apa yang kamu lakukan?”
Standar bahasa Jepang: “よく話しますね。(Yoku hanashimasu ne.)”
Kyoto-ben: “よう話さはりますね。(Yō hanashaharimasu ne.)” — “Kamu banyak bicara, bukan?”
Selain itu, setiap wilayah di Kansai memiliki dialeknya sendiri, termasuk yang digunakan di Hyogo, Nara, Shiga, dan Wakayama. Meskipun mungkin terdengar mirip dengan Osaka-ben atau Kyoto-ben, ekspresi spesifik dan perbedaan intonasi yang halus masih dapat diamati.
Seperti yang ditunjukkan di atas, bahkan di dalam Kansai-ben sendiri, terdapat variasi regional.
Perbedaan dari Bahasa Jepang Standar
Terdapat beberapa perbedaan antara dialek Kansai dan bahasa Jepang standar, seperti yang ditunjukkan di bawah ini.
Perbedaan dalam akhiran kalimat
Salah satu perbedaan mencolok antara dialek Kansai-ben dan bahasa Jepang standar adalah akhiran kalimat. Misalnya:
Standar bahasa Jepang: “そうだよ。(Sō da yo.)”
Kansai-ben: “そうやで。(Sō ya de.)” — “Itu benar.”
Standar Jepang: “行かない。(Ikanai.)”
Kansai-ben: “行かへん。(Ika hen.)” — “Saya tidak akan pergi.”
Standar bahasa Jepang: “知らない。(Shiranai.)”
Kansai-ben: “Shiran.” — “知らん。(Saya tidak tahu.)”
Dalam bahasa Jepang standar, bentuk seperti “〜だ(~da)” dan “〜ない(~nai)” digunakan, sedangkan di Kansai-ben, ekspresi seperti “〜や(~ya),” “〜へん(~hen),” dan “〜ん(~n)” sering digunakan sebagai gantinya.
Perbedaan intonasi
Intonasi dalam dialek Kansai-ben berbeda secara signifikan dari intonasi dalam bahasa Jepang standar.
Para pembelajar bahasa Jepang yang terbiasa dengan bahasa Jepang standar mungkin merasa aksen Kansai sulit dipahami, karena intonasinya bisa sangat berbeda bahkan ketika kata-kata yang sama digunakan. Kata-kata yang intonasinya berbeda dari bahasa Jepang standar antara lain ありがとう (arigatō: “terima kasih”), 橋 (hashi: “jembatan”), dan 雨 (ame: “hujan”). Para pembelajar yang baru pindah ke Kansai mungkin awalnya merasa, “Kedengarannya familiar, tetapi sulit untuk dipahami.”
Perbedaan dalam frasa umum
Beberapa kata dan ungkapan sangat berbeda meskipun memiliki arti yang sama. Misalnya:
Standar Jepang: “とても(Totemo)”
Kansai-ben: “めっちゃ(Meccha)” — “sangat / sungguh”
Standar Jepang: “だめ(Dame)”
Kansai-ben: “あかん(Akan)” — “tidak bagus / tidak diperbolehkan”
Standar bahasa Jepang: “本当?(Hontō)?”
Kansai-ben: “ほんま?(Honma?)” — “Benarkah?”
Standar Jepang: “疲れた(Tsukareta)”
Kansai-ben: “しんどい(Shindoi)” — “Aku lelah/lelah”
Standar Jepang: “片づける(Katazukeru)”
Kansai-ben: “なおす(Naosu)” — “untuk menyimpan / merapikan”
Ungkapan-ungkapan yang ditunjukkan di atas sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.
Perbedaan dalam ungkapan kehormatan
Kansai-ben mencakup ungkapan-ungkapan kehormatan, meskipun sering dianggap relatif lebih kasual dan ramah.
Sebagai contoh, ungkapan kehormatan "-haru" sering digunakan sebagai pengganti bentuk standar Jepang "-sareru," yang keduanya menunjukkan rasa hormat kepada pendengar atau orang lain.
contoh:
Standar bahasa Jepang: “先生が来ます。(Sensei ga kimasu.)”
Kansai-ben: “先生が来はる。(Sensei ga kiharu.)” — “Guru datang.”
Standar Jepang: “田中さんが言いました。(Tanaka-san ga iimashita.)”
Kansai-ben: “田中さんが言わはった。(Tanaka-san ga iwahatta.)” — “Tuan/Nyonya Tanaka bilang begitu.”
Dibandingkan dengan ungkapan hormat dalam bahasa Jepang standar, ungkapan hormat yang digunakan dalam Kansai-ben seringkali memiliki kesan yang lebih lembut dan banyak digunakan oleh orang-orang di wilayah Kansai. Meskipun mungkin tampak sulit untuk dikuasai oleh pelajar asing, sekadar memahami ungkapan-ungkapan tersebut sudah cukup.
Pentingnya Menggunakan Dialek Kansai Saat Tinggal di Osaka
Jawabannya adalah tidak; pelajar tidak perlu menguasai dialek Kansai hanya karena mereka tinggal di Osaka. Terutama bagi mereka yang masih belajar bahasa Jepang, fokus terlebih dahulu pada bahasa Jepang standar umumnya lebih efisien. Hal ini karena bahasa Jepang standar berfungsi sebagai bentuk standar bahasa yang digunakan dalam buku teks, ujian, dan lingkungan bisnis.
Meskipun demikian, memahami dialek Kansai dapat bermanfaat saat tinggal di Osaka. Karena ada banyak kesempatan untuk menjumpai dialek Kansai dalam kehidupan sehari-hari, situasi tersebut termasuk supermarket, restoran, sekolah, tempat kerja, dan lingkungan perumahan. Tidak perlu mencoba untuk berbicara bahasa tersebut; cukup memahami maksud pembicara dapat membuat kehidupan sehari-hari jauh lebih mudah.
Hal-hal yang Perlu Diingat Saat Menggunakan Kansai-ben
Beberapa pelajar mungkin ingin mencoba berbicara dialek Kansai-ben. Menggunakannya bersama teman-teman dapat membantu mereka merasa lebih diterima di wilayah tersebut.
Berikut beberapa poin yang perlu diingat oleh para pelajar saat menggunakan Kansai-ben.
Pertama, penggunaan yang berlebihan dapat membuatnya terdengar tidak alami. Terutama ketika meniru apa yang terdengar di televisi, seperti acara variety show dan program komedi, hal itu dapat terdengar seperti “エセ関西弁 (ese Kansai-ben: dialek Kansai palsu)”, karena acara-acara tersebut sering melebih-lebihkan dialek tersebut.
“Ese Kansai-ben” merujuk pada dialek Kansai-ben yang diucapkan oleh penutur non-asli yang tidak familiar dengan dialek tersebut dan menirunya tanpa mengetahui pengucapan yang benar. Beberapa orang dari wilayah Kansai mungkin merasa tersinggung, karena hal itu dapat dianggap sebagai ejekan terhadap dialek atau bahkan penghinaan terhadap wilayah tersebut.
Poin penting lainnya adalah bahwa ketika berbicara dengan seseorang yang berkedudukan lebih tinggi atau dalam lingkungan bisnis, umumnya lebih aman untuk menggunakan ungkapan kehormatan dalam bahasa Jepang standar.
Sedangkan untuk dialek Kansai-ben, disarankan untuk terlebih dahulu berusaha memahaminya saat mendengarnya, dan kemudian secara bertahap mulai menggunakan ungkapan-ungkapan sederhana setelah Anda lebih terbiasa dengannya.
Belajar bahasa Jepang bersama TCJ
Artikel ini telah menjelaskan bahwa ada beberapa dialek Kansai, seperti Osaka-ben, Kyoto-ben, dan Kobe-ben, yang dituturkan di berbagai wilayah. Bahkan ketika tinggal di Osaka, menguasai Kansai-ben tidaklah perlu; berbicara bahasa Jepang standar sudah lebih dari cukup.
Jika tertarik dengan Kansai-ben, para pembelajar disarankan untuk terlebih dahulu fokus pada pemahaman bahasa tersebut, dan kemudian secara bertahap mempelajari ungkapan-ungkapan yang umum digunakan. Mempelajari Kansai-ben dapat memperkaya pemahaman Anda tentang budaya, serta rasa jarak dan nuansa interpersonal dalam komunikasi, bukan hanya bahasanya itu sendiri.
Di TCJ, terdapat para profesional Jepang dengan beragam latar belakang. Mereka yang ingin mempelajari bahasa Jepang standar secara menyeluruh, serta mereka yang tertarik pada ungkapan-ungkapan yang berguna untuk kehidupan sehari-hari di Kansai atau cara berbicara yang lebih alami dan spesifik wilayah, dapat belajar sambil berkonsultasi dengan guru-guru berpengalaman.
Untuk memperkaya kehidupan sehari-hari Anda di Osaka, kami mendorong Anda untuk memperluas pemahaman Anda tentang bahasa Jepang sambil mengenal dialek Kansai-ben sesuai dengan kecepatan Anda sendiri.
- Bahasa Jepang untuk Ekspatriat
- Program Visa Pelajar Internasional
- Mencari Pekerjaan di Jepang
- Sekolah Bahasa Jepang
- Frasa Email
- Bisnis Jepang
- keigo
- Bahasa Jepang untuk Eksekutif
- Tata Krama Orang Jepang
- Belajar bahasa Jepang
- Trivia Jepang
- Bahasa Jepang Dasar
- Budaya Jepang
- Bahasa Jepang Pemula
- Bahasa Jepang Lanjutan
- Salam Jepang
- Frasa Bahasa Jepang
- Pelajaran Online
- JLPT
- Program Bahasa Jepang Bisnis & Kehidupan Sehari-hari
- ビジネス日本語
- Wawancara
- 日本語上級者
- Tips bahasa Jepang
- kanji
- Ingin Belajar Bahasa Jepang
- Pelajaran privat
4 Aplikasi Wajib Punya untuk Kehidupan Sehari-hari di Jepang
Matcha, Minuman Ikonik Jepang: Mengungkap Mitos dan Realita